Sabtu, 25 September 2010

Dr. Yusuf Al-Qardhawi Bicara Masalah Dalaman Ikhwan

Ulama Muslim antarabangsa Dr. Yusuf Qardhawi untuk pertamakalinya menyatakan reaksinya berkaitan 'krisis' dalaman yang terjadi di organisasi Islam berskala global yang berpusat di Mesir, al-Ikhwan al-Muslimun (Ikhwan).

Sebelumnya, berhembus khabar mengatakan pucuk tertinggi pimpinan Ikhwan (Mursyid 'Am) Muhammad Mahdi Akif telah selesai dan turun dari jawatannya. Gonjang-ganjing ini bertambah mencuat terkait isu tentang siapakah yang nanti akan menggantikan Akif, sekaligus pencalonan Isham Uryan, ketua biro politik (mas'ul al-malaf as-siyasi) Ikhwan untuk menjadi anggota Majlis Pertimbangan (maktab al-irsyad) organisasi tersebut.

Namun, masalahnya, banyak dari anggota majlis pertimbangan Ikhwan--dewan yang memiliki autoriti untuk memilih Mursyid--sendiri yang tidak menghendaki naiknya Uryan menjadi anggota majlis luhur tersebut.

Isu yang berhembus kencang, Majlis Pertimbangan tengah melakukan upaya 'pengganjalan' Uryan. Padahal, Akif sendiri dikabarkan mendukung dan mencadangkan Uryan untuk menjadi anggota pada majlis pertimbangan.

Terkait isu 'krisis internal' dan 'pengganjalan' Uryan ini, Qardhawi bereaksi keras. Ulama yang menjadi rujukan spiritual bagi Ikhwan--meskipun secara struktural-formal Qardhawi tidak 'memiliki hubungan'--menyatakan jika memang benar Majlis Pertimbangan Ikhwan mengganjal naiknya Uryan, maka itu sama ertinya dengan pengkhiatan Ikhwan terhadap umat.

"Ikhwan melakukan pengkhianatan terhadap jemaah, dakwah, dan umat Islam jika mengganjal kenaikan Uryan," terang Qardhawi sebagaimana dilansir surat kabar Mesir as-Syuruq (24/10).

Qardhawi juga menambahkan, bahawa mengapa Majlis Pertimbangan Ikhwan bersikap menjauhkan Uryan, menolak, dan tidak memilih dengan pendapat dan rekomendasi Akif yang menghendaki Uryan untuk menggatikannya.

"Uryan dan Abdul Mun'im Abu al-Futuh (anggota pada Majlis Pertimbangan Ikhwan dan Sekretaris Jenderal Persatuan Doktor Arab yang kini diciduk pemerintahan Mesir) adalah dua orang yang paling sesuai diandalkan dan diharapkan," komentar Qardhawi.

Ditambahkan Qardhawi, Uryan bahkan dipandang sebagai tokoh Ikhwan yang paling 'fakih', baik dari segi akademik dan kapasiti. "Uryan lebih fakih dari segi syari'at, juga paling faham dalam masalah politik. Terkait kapasitinya akan hal ini, tak ada seorang pun yang meragukan Uryan," jelas Qardhawi.

Terkait krisis internal Ikhwan yang kini banyak disorot oleh media, baik di Mesir, Timur Tengah, dan antarabangsa, Muhammad Mahdi Akif mengaku terkejut. Dalam wawancaranya dengan siaran BBC berbahasa Arab belum lama ini (22/10), Akif mengatakan jika "saya sangat kaget dengan khabar ini. Dikhuatirkan ada pihak yang ingin menggembosi jema'ah (Ikhwan) dengan memanfaatkan isu krisis internal ini".

Akif menambahkan, jika hal semacam ini adalah "wajar terjadi". "Krisis internal ini akan berakhir dengan berakhirnya pemilihan anggota pengurus yang baru, dan pemilihan mursyid yang baru pula, yang akan dilaksanakan dua bulan lagi," terang Akif. (L2/iol)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan